Sejarah

Sejarah Tahesta

 

Ide bisnis cuka apel sebenarnya bermula dari kegemaran Harry Wibowo membaca buku. Sebuah buku karangan DC. Jarvis yang mengupas tentang manfaat cuka apel dan manfaatnya bagi kesehatan ternyata telah menginspirasi Harry untuk berbisnis minuman fermentasi berbahan baku apel ini.

Tahun 2001, Harry bersama rekannya mulai melakukan research dan pengembangan untuk menemukan formulasi cuka apel. Tepat di hari ulang tahunnya, 28 Agustus 2001, Harry resmi memasarkan cuka apelnya yang diberi merk TAHESTA ke pasar lokal Jawa Timur.

Nama TAHESTA sendiri di ambil dari dialek masyarakat kota Malang yang berasal dari kata “SEHAT” yang di baca secara terbalik “TAHES”. Sebuah sapaan akrab warga malang jika ketemu rekan dan temannya “TAHESTA ?” artinya “ SEHAT KAH?“ yang memiliki filososfi ajakan untuk selalu sehat setiap saat.

Diluar dugaan, ternyata TAHESTA yang waktu itu masih berada dalam naungan PT. Hemarco Perkasa Utama mendapat sambutan pasar yang luar biasa. Dalam kurun waktu tiga tahun,  produk yang sebelumnya hanya diproduksi dari home industri ini ternyata semakin berkembang pesat hingga hampir ke seluruh wilayah propinsi di Indonesia.

Namun sejak Januari 2009, TAHESTA berganti manajemen, dari PT. Hemarco Perkasa Utama ke PT. TIRTA SARANA SUKSES, perusahaan dengan saham tunggal milik Harry Wibowo. Di bawah komando Harry Wibowo, PT. Tirta Sarana Sukses banyak melakukan perubahan dan perbaikan manajemen, termasuk membangun manajemen baru dengan menerapkan ISO 9001:2008 sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas SDM, kualitas manajemen dan kualitas produk berstandar internasional.

Kini TAHESTA diproduksi di lahan seluas 6313 m2  yang berlokasi di desa Plintahan, Pandaan -  Pasuruan,  Jawa Timur.