Profil

Kepopuleran cuka apel di Indonesia saat ini, tak bisa terlepas dari nama brand TAHESTA. Sebelum kemunculannya tahun 2001 lalu, tidak banyak masyarakat yang mengetahui tentang cuka apel dan manfaatnya bagi kesehatan. Justru yang ada hanya cemoohan, karena dianggap sebagai produk ”nyleneh” yang berpeluang kecil untuk diterima pasar.

Namun hambatan itu tak menyurutkan niat Harry Wibowo dan rekan untuk mendobrak paradigma lama bahwa ”Cuka hanya bisa untuk masak dan tak ada hubungannya dengan kesehatan”. Tepatnya 28 Agustus 2001, Harry mulai memasarkan cuka apelnya yang diberi merk TAHESTA ke pasar lokal Jawa Timur dengan harap harap cemas.

Di luar dugaan, respon pasar terhadap TAHESTA sangat luar biasa. Yang tadinya hanya “Home Industri”, tak kurang setahun, Harry dan rekan sudah bisa memproduksi cuka apel TAHESTA-nya dengan skala pabrikan. Yang mulanya hanya 600 botol per hari, menjadi 6000 botol perharinya. Pendistribusian barangnya pun sudah hampir ada diseluruh nusantara. Menurut Harry, pencapaian dan kesuksesan ini tidak terlepas dari empat hal, yaitu jaminan kualitas produk, pilihan strategi marketing dengan market education, harga yang murah untuk semua kalangan serta keberadaan produk yang merata dan tersebar sampai ke pelosok.

Kesuksesan TAHESTA sebagai market leader untuk kategori cuka kesehatan bukanlah nyaris tanpa hambatan. Selain memicu kemunculan beragam cuka apel lain, tepatnya akhir 2008 kemarin, rekan bisnis Harry memutuskan untuk membekukan PT. HEMARCO PERKASA UTAMA yang selama ini menaungi produk Cuka Apel Tahesta. Harry yang saat itu menjabat sebagai komisaris utama PT. HEMARCO PERKASA UTAMA melakukan langkah penyelamatan dengan mengalihkan proses produksi pembuatan Cuka Apel Tahesta ke PT. TIRTA SARANA SUKSES, perusahaan pribadinya yang telah ia rintis sebelumnya bersama istrinya, Sianawati.

Penyelamatan ini dilakukan demi konsumen Tahesta yang telah banyak tersehatkan dari beragam penyakit berat dan juga demi masyarakat yang menginginkan produk kesehatan berkualitas yang bisa membantu mengatasi beragam masalah kesehatan dengan biaya yang murah dan terjangkau.

Maka, sejak Januari 2009, PT. TIRTA SARANA SUKSES, merupakan produsen resmi Cuka Apel Tahesta dengan Harry Wibowo sebagai pemilik tunggal. Berbagai perubahan pun dilakukan, termasuk membangun manajemen baru dengan SDM yang lebih berkualitas dan sekaligus melakukan penyempurnaan formulasi cuka apel untuk memperoleh cuka apel alami yang lebih berkualitas, termasuk perbaikan cita rasa dan peningkatan kandungan gizi dan nirgizi.

Februari 2009, PT. TIRTA SARANA SUKSES juga telah sukses meluncurkan produk terbarunya, Cuka Bunga Rosella TAHESTA.

 

Bukti Komitmen untuk Jaminan Kualitas

Sebagai wujud kepedulian dan komitmennya terhadap mutu produk yang dihasilkan, PT. Tirta Sarana Sukses – produsen cuka kesehatan Tahesta -  sejak pertengahan tahun 2011 yang lalu mulai menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Disamping itu sebagai bukti keseriusan PT. TIRTA SARANA SUKSES dalam memenuhi persyaratan standar pemerintah , telah diperoleh label halal dari MUI No. 07120010540511 pada akhir bulan Mei 2011.

Bulan Desember 2011, PT. TIRTA SARANA SUKSES juga  resmi memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 dari Badan Sertifikasi Dunia Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA) – UKAS Management Systems serta dilengkapi dengan pencapaian sertifikasi Standard Nasional Indonesia dari KAN (Komite Akreditasi Nasional). Artinya produk TAHESTA telah memiliki jaminan mutu produk berstandar nasional dan internasional.