Rahasia Sehat Cuka Apel TAHESTA
Idiom “An Apple A Days, Keeps The Doctor Away”, (makanlah satu buah apel tiap hari, niscaya Anda tak akan gampang jatuh sakit) menggambarkan manfaat apel untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh. Cuka apel adalah pengolahan buah apel melalui proses fermentasi alami. Proses fermentasi mengaktifkan dan mengoptimalkan kandungan nutrisi, vitamin, mineral, serat, enzim, asam amino dan anti oksidan.
Health Food yang Unik
Cuka apel bukan termasuk obat atau jamu, tapi sebagai “Health Food” yaitu makanan atau minuman yang bisa membantu mempercepat proses penyembuhan dan pengobatan suatu penyakit. Salah satu keunikannya adalah, meski dikonsumsi berlebihan, cuka apel tak mengakibatkan efek samping, sebab kelebihan asam akan dibuang. Dr. Jarvis dalam bukunya “Khasiat Cuka Apel dan Madu” serta “Obat Penyembuh di Rumah”, menjelaskan kegunaan cuka apel antara lain, untuk mengatasi hipertensi, rematik, asam urat, diabetes, keracunan makanan, luka bakar, varises, infeksi bakteri, gangguan pencernaan serta  meningkatakan vitalitas dan kekebalan tubuh.
Pelopor Cuka Kesehatan di Indonesia
Rasa kecut, asam, kimiawi, dipakai untuk masak, pengawet makanan dan bikin penyakit maag makin parah, adalah persepsi umum tentang cuka (kimiawi). Sedangkan cuka kesehatan seperti cuka apel, kurang begitu populer. Padahal sebenarnya cuka apel sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu untuk kesehatan dan kecantikan.
Namun sejak diperkenalkan tahun 2001, cuka apel Tahesta sebagai pelopor cuka kesehatan di Indonesia, makin dipercaya dan diminati masyarakat. Produk yang kini diproduksi oleh PT. Tirta Sarana Sukses ini terus disempurnakan dalam formulasi dan cara pembuatannya. Kuncinya terletak pada proses fermentasi yang berjalan secara alami namun higienis dan pemilihan buah apel dengan usia kematangan yang pas.
Tips Memilih Cuka Apel yang Baik
1.   Pastikan cuka apel berwarna keruh kecoklatan. Menunjukkan benar-benar terbuat dari buah apel murni yang matang pohon, yang besar pengaruhnya terhadap manfaat dan khasiatnya. Jika cuka apel berwarna bening berarti kandungan apelnya sedikit dan manfaatnya tentu kurang optimal.
2.   Memiliki aroma khas apel dan berbau seperti tape. Menunjukkan proses fermentasi berjalan alami, dengan jangka waktu yang tepat. Jika cuka apel berbau pecing, agak busuk atau aroma apelnya kurang terasa, itu berarti proses fermentasi yang terjadi kurang sempurna.
3.   Terdapat endapan di bawah botol. Endapan atau “mother” ini adalah biang cuka apel. Disinilah terkandung unsur sehat yang sangat bermanfaat. Jika endapan ini tidak ada, maka cuka apel pantas dipertanyakan.
4.   Bersifat pekat dan tidak bisa diminum langsung. Jadi, cara minumnya harus diencerkan dulu dengan air matang. Cuka apel yang siap saji boleh saja dikonsumsi, tapi tentu berbeda manfaatnya dengan yang murni.
