Cuka Apel
Mendengar kata ” cuka”, yang terbersit dalam benak kita pertama kali adalah rasanya yang kecut, asam, kimiawi, hanya bisa dipakai untuk masak, untuk pengawet makanan dan bisa bikin penyakit maag kambuh makin parah. Persepsi tersebut mungkin tidak salah, karena yang banyak beredar dipasaran adalah cuka kimiawi yang hanya bisa dipakai untuk masak. Sedangkan keberadaan cuka kesehatan, seperti cuka apel justru tidak pernah dikenal oleh masyarakat kita.
Buah apel memang bisa diolah menjadi beragam bentuk, mulai dari jus apel, sari apel, kripik apel, jenang apel dan cuka apel. Namun diantara hasil olahan apel yang paling berdaya guna tinggi hanyalah cuka apel. Kenapa demikian ?
A.P John Institute for Cancer Research, pada april 2005 memberikan pernyataan pada pers bahwa asam asetat dalam cuka apel memiliki dampak mematikan pada sel kanker, karena menghambat suplai energi yang dibutuhkan sel kanker. Dr. Jarvis, dalam bukunya “Khasiat Cuka Apel dan Madu” serta buku “Obat Penyembuh di Rumah”, menjelaskan banyak kegunaan cuka apel untuk kesehatan antara lain, untuk mengatasi keracunan makanan, luka bakar, varises, impetigo (penyakit kulit bernanah), infeksi bakteri, hipertensi, rematik, asam urat, diabetes, kelelahan kronis, gangguan pencernaan sampai untuk meningkatakan vitalitas dan kekebalan tubuh.
Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan ketika akan membeli cuka apel. Empat hal ini merupakan kriteria yang wajib dipenuhi dalam sebuah cuka apel, ingin tahu apa saja kriteria tersebut klik disini untuk melihatnya !
Cuka Rosela
Kalau biasanya bunga rosela merah dibuat menjadi jeli, saus, teh, sirup, dan manisan, maka yang satu ini beda. Mengolah rosella menjadi cuka mungkin belum banyak kita dengar, bahkan tidak ada. Bisa dibilang, teknologi fermentasi pengolahan bunga rosella menjadi cuka merupakan inovasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Pertanyaannya adalah kenapa mesti difermentasi, bukankah untuk menikmati rosella cukup mudah, tinggal diseduh dengan air panas langsung jadi dan siap untuk diminum.
Banyak keuntungan yang bisa diambil dari produk makanan yang difermentasi baik dari sifat-sifat organoleptik (indrawi), peningkatan nilai gizi ataupun sanitasi. Keunggulan dari makanan fermentasi antara lain memberikan penampakan, dan cita rasa yang khas, misalnya pada tempe, oncom, tauco, berbeda dari penampakan atau rasanya dengan bahan aslinya kedelai.
Pada fermentasi apel menjadi cuka apel juga ditemukan fakta adanya peningkatan konsentrat polifenol seperti katekin, quercetin dan tannin yang lebih tinggi dibanding pada buah aslinya. Ketiga jenis polifenol ini berfungsi untuk menekan dan menghambat radikal bebas penyebab kanker dan penyakit degeneratif, seperti jantung koroner, diabetes, rematik dan stroke.
Inilah yang mendasari PT. TIRTA SARANA SUKSES, spesialis produsen Cuka Kesehatan di Indonesia terus menciptakan inovasi produk cuka kesehatan, seperti Cuka Apel TAHESTA dan Cuka Bunga Rosela TAHESTA. Jadi apakah sama, kandungan bunga rosella kering dengan cuka bunga rosella ? Tentu saja tidak. Apakah sama manfaatnya antara teh rosella dengan cuka bunga rosella ? Penasaran, klik disini untuk melihatnya !