<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tahesta - Cuka Apel</title>
	<atom:link href="http://tahesta.com/main/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tahesta.com/main</link>
	<description>Tirta Sarana Sukses</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 02:08:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Olahraga Cegah Kanker</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/22/olahraga-cegah-kanker.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/22/olahraga-cegah-kanker.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 02:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=2034</guid>
		<description><![CDATA[Olahraga adalah cara alami menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Penelitian membuktikan, aktif bergerak setiap hari dapat menjauhkan Anda dari risiko penyakit seperti jantung dan kanker. &#160; Masa libur Lebaran sudah berakhir, saatnya kembali ke aktivitas normal harian. Mungkin banyak di antara kita yang dikarenakan beragam alasan, mengubah aktivitas selama bulan Ramadan hingga pasca-Lebaran. Hal paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/Jalan-Kaki.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2035" title="Jalan-Kaki" src="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/Jalan-Kaki.jpg" alt="" width="300" height="281" /></a>Olahraga adalah cara alami menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Penelitian membuktikan, aktif bergerak setiap hari dapat menjauhkan Anda dari risiko penyakit seperti jantung dan kanker.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masa libur Lebaran sudah berakhir, saatnya kembali ke aktivitas normal harian. Mungkin banyak di antara kita yang dikarenakan beragam alasan, mengubah aktivitas selama bulan Ramadan hingga pasca-Lebaran. Hal paling kentara biasanya adalah aktivitas olahraga yang umumnya mengalami penurunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi mereka yang selama bulan puasa rajin salat tarawih mungkin tidak terlalu menjadi masalah kekosongan aktivitas olahraga tadi setidaknya tergantikan oleh gerakan-gerakan dalam salat, yang selain mengandung nilai ibadah, juga menyehatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akan tetapi, bagaimana halnya dengan mereka yang sama sekali berhenti berolahraga dan berkurang aktivitas fisiknya selama lebih dari sebulan ini? Apalagi saat Lebaran, terkadang orang kalap melihat gelimang makanan di rumah maupun rumah saudara dan famili yang dikunjungi saat bersilaturahmi. Pada akhirnya, bobot badan kembali tak terkontrol, mengeluh badan keberatan dan baju kembali mengetat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hmm? saatnya berolahraga lagi nih! Sama halnya makan, olahraga seharusnya dilakukan setiap hari. Jangan langsung berpikir pada olahraga berat yang bersimbah keringat, aktivitas ringan seperti jalan santai atau bersepeda keliling kompleks rumah, merupakan alternatif berolahraga yang menyenangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Spesialis kedokteran olahraga, dr Phaidon L Toruan MM, mengungkapkan, olahraga adalah suatu keharusan. &#8220;Sama seperti Anda berdoa dan bersembahyang sesuai dengan agama dan kepercayaan untuk kebutuhan rohani, maka olahraga adalah kebutuhan jasmani,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Phaidon menambahkan, olahraga atau dalam bahasa sehari-hari disebut latihan merupakan aktivitas yang menggunakan tenaga fisik. Saat ini dengan semakin meningkatnya penyakit degeneratif seperti serangan jantung, hipertensi, diabetes, kolesterol, pada akhirnya banyak orang mengetahui bahwa salah satu penyebabnya adalah kurangnya aktivitas olahraga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bertolak dari hal tersebut, olahraga dapat dikatakan sebagai &#8220;obat&#8221;, yang lantas juga menginspirasi terlahirnya terapi olahraga (sport therapy). Lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, selain menyehatkan, olahraga teratur telah terbukti dapat mencegah munculnya penyakit, terutama obesitas sebagai gerbang beragam penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit terkait pembuluh darah jantung (kardiovaskular). Sebab, masalah kerap dialami pada orang dengan bobot badan berlebih adalah tingginya metabolisme.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Metabolisme dipengaruhi massa tubuh. Semakin besar massa tubuh, makin banyak energi yang diperlukan untuk membakar kalori. Kondisi ini akan berbahaya jika jarang berolahraga,&#8221; kata profesor dari Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge, Los Angeles, Timothy Church MD MPH PhD.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berbagai studi skala internasional telah menyodorkan temuan manfaat olahraga bagi kesehatan dan pencegahan penyakit.</p>
<p>Baru-baru ini studi yang dilakukan para peneliti di Amerika juga mengungkapkan bahwa olahraga teratur dapat melindungi pria dari kanker prostat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesimpulan tersebut didasarkan hasil uji mereka terhadap 190 partisipan pria yang telah melakukan biopsi prostat. Bahwasanya partisipan yang cukup aktif bergerak, walaupun sekadar berjalan kaki selama beberapa jam per minggu, ternyata secara signifikan memiliki kecenderungan lebih kecil untuk terkena kanker prostat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mayoritas pria dalam studi ini (sekitar 58 persen) dalam kesehariannya memang kurang banyak gerak dan lebih banyak duduk (sedentary). Dengan kata lain, kalaupun sempat melakukan aktivitas jalan kaki, mereka paling-paling hanya melakukannya kurang dari 1 jam per minggu. Studi tersebut juga melaporkan bahwa latihan (exercise) yang dilakukan pria yang sudah terkena kanker prostat dapat meminimalisasi perkembangan kanker ke arah yang lebih ganas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Makin meningkat porsi olahraga yang dilakukan, makin menurun risiko kanker,&#8221; ujar ahli urologi dari Duke University Medical Center di Amerika, Dr Jodi Antonelli, yang mengepalai penulisan studi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menanggapi hasil studi yang diterbitkan secara online dalam Journal of Urology edisi 22 September tersebut, ahli urologi dari Duke and the Durham Veterans Affairs Hospital, Dr Stephen Freedland, mengungkapkan bahwa temuan ini tentunya bermanfaat sebagai salah satu rujukan bagi para ilmuwan medis yang masih terus mencari bukti terkait manfaat olahraga untuk pencegahan kanker.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ada lusinan studi yang melaporkan manfaat latihan dalam menurunkan risiko kanker prostat, beberapa di antaranya bahkan merupakan studi skala besar. Namun, semuanya masih simpang siur dan menyisakan tanda tanya,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain kanker prostat yang paling ditakuti kaum adam,kaum wanita juga dapat memetik manfaat dari berolahraga, yakni menjauhkan risiko kanker payudara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal ini terungkap dalam studi yang dilakukan tim peneliti dari University of Southern Californiadi Los Angeles. Mereka mendapati bahwa olahraga dengan intensitas gerak tinggi seperti berenang,aerobik, dan lari bisa mengurangi risiko kanker payudara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut peneliti, latihan atau olahraga mungkin mengurangi risiko kanker melalui perubahan dalam metabolisme dan sistem kekebalan tubuh dengan cara mengurangi pertambahan berat badan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk keperluan studi ini, tim peneliti melibatkan 110.599 partisipan wanita di California yang riwayat kesehatannya ditelusuri sejak tahun 1995. Dibandingkan partisipan yang hanya berolahraga kurang dari 30 menit seminggu, partisipan wanita yang rajin melakukan aktivitas gerak tinggi selama lebih dari 5 jam seminggu diketahui mengalami penurunan risiko terkena kanker payudara invasif sebesar 20 persen, dan 31 persen kanker untuk kanker payudara stadium dini.</p>
<p>Studi tersebut dilakukan terutama untuk melihat pengaruh kumulatif dari olahraga atau latihan lebih tinggi terhadap risiko kanker payudara. Sebelum terdiagnosis kanker payudara, rata-rata partisipan mengaku hanya melakukan sedikit latihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hasil studi ini disertai bukti tambahan tentang cara pencegahan kanker melalui aktivitas fisik yang berat, tapi menyenangkan dalam jangka panjang terhadap risiko kanker payudara yang sudah invasif maupun yang masih stadium dini,&#8221; ujar peneliti seperti tercantum dalam jurnal Archives of Internal Medicine.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : dechacare.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/22/olahraga-cegah-kanker.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatasi Insomnia</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/21/tips-mengatasi-insomnia-2.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/21/tips-mengatasi-insomnia-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 01:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=2031</guid>
		<description><![CDATA[Setiap manusia menghabiskan seperempat sampai sepertiga dari kehidupannya untuk tidur. Berarti jika umur Anda sekarang 20 tahun, maka setidaknya 5 tahun Anda gunakan untuk tidur. &#160; Tidur sangat penting bagi manusia. Saat tidur, organ-organ tubuh beristirahat dan sel-sel tubuh yang rusak mengalami perbaikan (natural healing mechanism). Asam laktat (penyebab kecapekan) juga dinetralisir saat tidur sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap manusia menghabiskan seperempat sampai sepertiga dari kehidupannya untuk tidur. Berarti jika umur Anda sekarang 20 tahun, maka setidaknya 5 tahun Anda gunakan untuk tidur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidur sangat penting bagi manusia. Saat tidur, organ-organ tubuh beristirahat dan sel-sel tubuh yang rusak mengalami perbaikan (natural healing mechanism). Asam laktat (penyebab kecapekan) juga dinetralisir saat tidur sehingga ketika bangun tubuh terasa segar kembali. Tidur yang cukup juga mampu menstabilkan emosi. Kurang tidur akan menyebabkan turunnya tingkat motivasi, konsentrasi, ketelitian, kreativitas dan produktivitas kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hampir setiap manusia pernah mengalami masalah tidur. Satu dari tiga orang dilaporkan mengalami gangguan tidur dan satu dari sembilan orang memiliki masalah tidur yang cukup serius.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari). Jenisnya ada tiga, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Setidaknya ada empat faktor penyebab insomnia antara lain:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fisik yang Terganggu</strong></p>
<p>Beberapa penyakit fisik dapat menyebabkan insomnia, misalnya asma, rematik, demam, maag, penyakit ginjal dan thyroid. Penyakit-penyakit ini tentunya harus diatasi terlebih dahulu. Untuk penderita asma diterapi dahulu sesak nafasnya, penderita rematik diterapi nyerinya dan seterusnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Psikis yang Terganggu</strong></p>
<p>Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter tidak ditemukan penyakit fisik tertentu, faktor psikis baru dipertimbangkan sebagai penyebab insomnia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bukan hanya problematika kehidupan saja yang menyebabkan orang susah tidur, bahkan memikirkan kekasihnya yang tinggal berjauhan pun bisa mengakibatkan tidurnya terganggu. Untuk itu, diperlukan kesadaran dari orang tersebut untuk menyelesaikan permasalahannya secara proporsional dengan penuh usaha, sabar dan tentu saja tawakal. Ini bisa dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan psikolog.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebaiknya jangan menggunakan obat tidur tanpa anjuran dari dokter. Penggunaannya pun dibatasi hanya selama 2-3 hari dan dapat diulang maksimal sampai 3 kali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penggunaan Obat-Obatan dan Alkohol</strong></p>
<p>Penggunaan minuman keras dan narkotika akan mengganggu fungsi organ tubuh dan persarafan yang normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Lingkungan yang Mengganggu</strong></p>
<p>Kondisi lingkungan tertentu, semisal suara bising, lampu sangat terang, akan mengganggu konsentrasi tidur. Maka aturlah lingkungan kamar tidur Anda senyaman mungkin, tenang dan sedikit gelap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kebiasaan Buruk</strong></p>
<p>Sebaiknya hindarilah kebiasaan-kebiasaan buruk di bawah ini:</p>
<p>- Hindari minum kopi atau pun makanan dan minuman berkafein dari sore hingga malam menjelang tidur. Kafein dapat merangsang saraf sehingga Anda menjadi sulit tidur.</p>
<p>- Hindari kegiatan lain di atas ranjang yang tidak ada kaitannya dengan tidur, misalnya makan atau bekerja. Gunakan ranjang hanya untuk TIDUR dan SEKS. Hal ini berguna untuk membuat Anda terbiasa bahwa ketika di ranjang maka itulah saatnya tidur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain mengatasi penyebab-penyebab insomnia di atas, ada baiknya Anda mencoba mengatur pola tidur Anda sestabil mungkin. Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya, walaupun hari libur. Biasakan menepati jadwal itu agar pola tidur Anda normal kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Belajar teknik relaksasi juga tidak ada ruginya. Anda bisa mencoba yoga atau meditasi. Sebagian orang bahkan melakukan hal-hal tertentu (yang kadang tidak masuk akal) untuk mendapatkan suasana rileks ini, antara lain:</p>
<p>- mandi air hangat</p>
<p>- menghitung domba</p>
<p>- tidur menghadap ke utara</p>
<p>- menggerak-gerakkan jari kaki</p>
<p>- mengelus perut</p>
<p>- tarik napas dalam</p>
<p>- membayangkan sesuatu yang &#8220;indah&#8221;</p>
<p>- menghitung mundur</p>
<p>- mendengarkan radio hingga tertidur</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : dechacare.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/21/tips-mengatasi-insomnia-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Hindari Flu di Musim Hujan</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/20/kiat-hindari-flu-di-musim-hujan.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/20/kiat-hindari-flu-di-musim-hujan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 01:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=2029</guid>
		<description><![CDATA[Patokan yang dulu dipakai oleh orang-orang tua untuk menandai musim, kini sudah sulit diikuti. Misalnya, Desember itu berarti gede-gedenya sumber (air) alias hujan. Januari artinya hujan sehari-hari. Lalu Maret itu singkatan dari &#8216;mak ret&#8217; yang berarti hujannya berhenti, sehingga April sudah mulai masuk musim pancaroba untuk menjadi panas. &#160; Tapi apa yang terjadi sekarang? Hujan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Patokan yang dulu dipakai oleh orang-orang tua untuk menandai musim, kini sudah sulit diikuti. Misalnya, Desember itu berarti gede-gedenya sumber (air) alias hujan. Januari artinya hujan sehari-hari. Lalu Maret itu singkatan dari &#8216;mak ret&#8217; yang berarti hujannya berhenti, sehingga April sudah mulai masuk musim pancaroba untuk menjadi panas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tapi apa yang terjadi sekarang? Hujan dan musim sudah tidak bisa diramal lagi. Sekarang hujan deras. Tapi tak lama kemudian panas terik dan malam hari terang bulan. Kota-kota lain pun demikian. Seorang dokter sampai pernah bilang, &#8220;Sekarang ini musimnya pancaroba terus.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buntut-buntutnya, cuaca yang tak jelas seperti ini membuat banyak orang mudah terserang flu dan masuk angin. &#8220;Seminggu lalu, tanpa tanda-tanda, ketika sedang asyik bekerja tahu-tahu dari hidung saya sudah menetes cairan pilek,&#8221; ujar Drs. Wibudi, seorang konsultan keuangan, yang sempat empat hari tidak masuk kantor karena flu berat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam suhu udara yang rendah, banyak angin, membuat sistem kekebalan tubuh tidak optimal. Akibatnya virus influenza mudah menyerang. Apalagi jika pada saat itu kita sedang dalam kondisi sangat sibuk, kurang istirahat, dan makanan tidak cukup baik akan memudahkan tertular flu dan masuk angin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cara Mencegah</p>
<p>1. Cara yang paling mudah menghindari flu, adalah menjaga agar stamina tubuh tetap bagus. Tentu saja melalui makanan, olahraga, dan istirahat yang cukup.</p>
<p>2. Selain itu, sebisa mungkin kita menggunakan saputangan untuk menutup hidung dan mulut, jika orang di dekat kita bersin dan batuk.</p>
<p>3. Rajin mencuci tangan juga sangat dianjurkan. Mengapa? Ada riset yang menunjukkan bahwa penularan flu banyak terjadi melalui jabat tangan daripada bersin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagaimana mengatasinya jika flu atau masuk angin sudah menyerang? Menurut para dokter, pada dasarnya flu atau masuk angin akan sembuh sendiri jika kita kita istirahat dan makan dengan gizi yang yang baik, terutama yang bisa menghangatkan tubuh. Adapun gejala flu dan masuk angin dapat dihilangkan dengan minum jamu atau obat yang banyak dijual di pasaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : dechacare.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/20/kiat-hindari-flu-di-musim-hujan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brokoli, Makanan Penting Bagi Diabetes</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/17/brokoli-makanan-penting-bagi-diabetes.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/17/brokoli-makanan-penting-bagi-diabetes.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 01:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=2022</guid>
		<description><![CDATA[Predikat brokoli sebagai superfood sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak riset yang menunjukkan betapa makanan alami ini kaya akan zat-zat yang berfaedah bagi kesehatan. &#160; Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Peneliti dari Universitas Warwick meyakini, zat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/brokoli.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2023" title="brokoli" src="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/brokoli.jpg" alt="" width="250" height="227" /></a>Predikat brokoli sebagai superfood sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak riset yang menunjukkan betapa makanan alami ini kaya akan zat-zat yang berfaedah bagi kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Peneliti dari Universitas Warwick meyakini, zat yang bernama sulforaphane ini, memiliki peran besar dalam memulihkan kembali pembuluh darah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti dimuat di Jurnal Diabetes, sulforaphane mempu merangsang produksi enzim-enzim yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul-molekul yang menyebabkan kerusakan sel-sel secara signifikan. Sayuran-sayuran jenis brassica seperti brokoli sebelumnya memang berkaitan dengan rendahnya risiko serangan jantung dan stroke.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang yang mengidap diabetes tercatat memiliki risiko lebih besar hingga lima kali lipat mengidap penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke; yang keduanya juga berkaitan dengan kerusakan sel-sel pembuluh darah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam risetnya, tim dari Universitas Warwick, menguji pengaruh sulforaphane dalam sel-sel pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), yang berkaitan erat dengan diabetes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka mencatat adanya 73 persen reduksi molekul tubuh yang disebut Reactive Oxygen Species (ROS). Hiperglikemia dapat menyebabkan kadar ROS meningkat tiga kali lipat dan tingginya kadar molekul ini bisa merusak sel-sel tubuh. Peneliti juga menemukan bahwa sulforaphane mengaktivasi sejenis protein dalam tubuh yang disebut nrf2, yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan dari kerusakan dengan cara mengaktivasi antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Riset kami mengindikasikan bahwa zat seperti sulforaphane dalam brokoli dapat membantu menghadang proses yang berhubungan dengan perkembangan penyakit pembuluh darah dalam diabetes. Ke depan, penting artinya untuk menggelar penelitian untuk menguji apakah mengonsumsi sayuran brassica memberikan faedah bagi pasien diabetik. Kami berharap itu akan terjadi,&#8221; ujar pimpinan riset, Professor Paul Thornalley.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : dechacare.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/17/brokoli-makanan-penting-bagi-diabetes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Kaki Sehat : Mudah, Murah dan Efektif</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/16/jalan-kaki-sehat-mudah-murah-dan-efektif.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/16/jalan-kaki-sehat-mudah-murah-dan-efektif.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 01:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=2005</guid>
		<description><![CDATA[Menurut para ahli yang hadir di pertemuan tahunan ke-55 the American College of Sport Medicine (ACSM), berjalan menawarkan kombinasi terbaik dalam kemudahan dan dapat dilakukan di setiap aktivitas olahraga. Presentasi menekankan bahwa berjalan merupakan salah satu jalan terbaik untuk mencapai jumlah aktivitas fisik harian yang direkomendasikan. Faktanya hampir setiap orang dapat mengambil bagian di dalamnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/jalan-kaki.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2006" title="jalan kaki" src="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/jalan-kaki-300x240.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a>Menurut para ahli yang hadir di pertemuan tahunan ke-55 the American College of Sport Medicine (ACSM), berjalan menawarkan kombinasi terbaik dalam kemudahan dan dapat dilakukan di setiap aktivitas olahraga. Presentasi menekankan bahwa berjalan merupakan salah satu jalan terbaik untuk mencapai jumlah aktivitas fisik harian yang direkomendasikan. Faktanya hampir setiap orang dapat mengambil bagian di dalamnya tanpa biaya mahal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Catrine Tudor-Locke, Ph.D., FACSM, salah seorang pimpinan sesi mengatakan bahwa ada banyak bentuk latihan kardiovaskular yang meningkatkan kesehatan dan kebugaran, seperti berlari, bersepeda, dan renang. Tapi, dari sudut pandang program latihan terbaik bagi kebanyakan orang, berjalan merupakan yang terbaik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berjalan juga menawarkan banyak kesempatan bagi partisipan karena dapat dilakukan untuk berbagai alasan, seperti transportasi atau mengajak anjing berjalan malam. ACSM merekomendasikan paling sedikit aktivitas fisik sedang selama 30 menit 5 kali seminggu atau lebih yang menurut Tudor-locke dapat secara mudah dicapai dengan berjalan. Aktivitas intensitas rendah membantu mencegah atau mengobati penyakit-penyakit kronik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti program latihan lain, berjalan masih perlu sejumlah perencanaan bagi kebanyakan orang, khususnya mereka yang pekerjaannya melibatkan banyak waktu. Studi yang dipresentasikan menemukan korelasi langsung tingginya waktu yang dihabiskan untuk duduk dan kurangnya waktu yang digunakan untuk berjalan pada hari itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebuah pedometer dapat membantu menghitung jumlah langkah per hari. Jumlah yang direkomendasikan biasanya sekitar 10.000 langkah. Hal yang menarik tentang berjalan adalah tidak peduli seberapa besar pendapatan Anda, Anda dapat melakukannya. Sebuah pedometer dapat berguna untuk menghitung langkah, tapi yang lain dapat berupa sepasang sepatu tenis, tidak perlu adanya peralatan khusus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih jauh, berjalan dapat digunakan untuk menentukan kebugaran kardiovaskular pada wanita setengah baya. Studi ketiga yang dipresentasikan pada sesi itu menunjukkan bahwa berjalan jarak jauh (400 meter dibagi 10 keliling lapangan) adalah metode uji lapangan yang efektif untuk mengukur kebugaran pada 74 wanita berumur 45-65 tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : dechacare.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/16/jalan-kaki-sehat-mudah-murah-dan-efektif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asma Bisa Dikendalikan</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/15/asma-bisa-dikendalikan.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/15/asma-bisa-dikendalikan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 01:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=2002</guid>
		<description><![CDATA[Asma atau peradangan pada seluruh percabangan saluran napas yang ditandai dengan penyempitan saluran napas, saat ini diperkirakan menyerang sekitar lima persen penduduk Indonesia dari segala usia. Asma perlu mendapat perhatian karena penyakit itu dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan beban ekonomi. &#160; &#8220;Pengetahuan tentang penyakit asma perlu diketahui juga masyarakat umum untuk ikut membantu meminimalisasi faktor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/asma.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2003" title="asma" src="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/asma-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a>Asma atau peradangan pada seluruh percabangan saluran napas yang ditandai dengan penyempitan saluran napas, saat ini diperkirakan menyerang sekitar lima persen penduduk Indonesia dari segala usia. Asma perlu mendapat perhatian karena penyakit itu dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan beban ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pengetahuan tentang penyakit asma perlu diketahui juga masyarakat umum untuk ikut membantu meminimalisasi faktor pencetus asma bagi penderitanya,&#8221; kata dr Achmad Hudoyo, Sp P(K) dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara seminar tentang pengendalian asma, di Jakarta, belum lama ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Faktor yang meningkatkan terjadinya risiko serangan asma pada seseorang, menurut Achmad Hudoyo, selain faktor genetika, yang banyak terjadi akibat kondisi atau bahan tertentu yang mengakibatkan alergi serta kondisi lingkungan yang buruk.</p>
<p>&#8220;Selama ini hanya 30 persen asma yang terjadi karena faktor genetik, sisanya terpapar karena kondisi lingkungan yang buruk. Pengendalian faktor resiko dengan meningkatkan kualitas lingkungan sangatlah penting,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski hingga kini belum bisa disembuhkan, lanjut Achmad Hudoyo, asma sudah bisa dikendalikan. &#8220;Jadi sebenarnya mengobati asma secara tuntas adalah menghilangkan kedua faktor tersebut. Bila kedua faktor itu hilang, maka dapat dikatakan asmanya sudah `sembuh`,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pegiat Yayasan Asma Indonesia itu lebih lanjut menjelaskan, untuk menghilangkan bakat asma yang biasanya diturunkan dari orang tua, harus dilakukan rekayasa genetika atau terapi gen sejak janin &#8212; yang pada saat masih menjadi embrio dalam kandungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, ia melanjutkan, hingga kini teknologi kedokteran belum mampu melakukan rekayasa genetik untuk menghilangkan bakat asma. &#8220;Karena itu yang bisa dilakukan oleh setiap orang adalah menghindari faktor pencetusnya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan, serangan asma ringan berupa batuk berdahak pada malam hari menjelang pagi dan serangan berat berupa sesak napas disertai bunyi dan retraksi atau penarikan otot, bisa muncul bila ada faktor pencetus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut dia, faktor pencetus asma bisa berasal dari luar tubuh seperti cuaca (dingin, hujan, udara panas), debu, polusi udara, wewangian, makanan, zat kimia dan obat tertentu serta dari dalam tubuh seperti infeksi virus, sinusitis dan stress.</p>
<p>&#8220;Untuk tiap individu faktor pencetus asma bisa berbeda-beda, sehingga tidak bisa dibuat patokan secara umum. Misalnya, untuk orang tertentu dingin bisa mencetuskan asma, tetapi pada yang lain faktor pencetusnya bisa berupa udara panas,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi yang demikian, lanjutnya, membuat orang yang secara alami punya penyakit asma sangat sulit menghindari faktor pencetus, sehingga kemudian dibuat obat pencegah dan pelega asma. &#8220;Sebenarnya obat asma yang pertama adalah menghindari faktor pencetus, kedua menghindari faktor pencetus dan ketiga juga menghindari faktor pencetus, baru yang keempat menggunakan obat-obatan,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Achmad Hudoyo menjelaskan, obat asma terdiri atas obat pelega yang berfungsi untuk melebarkan saluran napas dengan mengendorkan otot saluran nafas yang sedang tegang atau bronkospasme, sedangkan obat pencegah berfungsi sebagai antiinflamasi (antiradang), untuk mempertahankan saluran napas tetap terbuka dan lega setelah menggunakan obat pelega.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Obat pelega, ia menambahkan, digunakan bila perlu yakni ketika ada gejala serangan asma baik ringan atau berat sedangkan obat pencegah dianjurkan digunakan setiap hari pada waktu pagi dan sore hari semaksimal mungkin, selama enam bulan sampai tidak muncul serangan lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ini diperlukan karena faktor pencetus ternyata sangat beragam, dapat muncul setiap hari, dan bisa datang setiap saat,&#8221; katanya.</p>
<p>Penggunaan obat pencegah dan pelega asma, katanya lebih lanjut, disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit asma yang diderita. Penderita gangguan asma ringan dengan frekuensi serangan jarang atau hanya sekali atau dua kali dalam setahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itu, ia menyarankan untuk menggunakan obat pelega sedangkan penderita serangan asma sedang atau berat yang sering mengalami serangan diharuskan menggunakan obat pelega disertai obat pencegah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut Achmad Hudoyo menambahkan, bila upaya yang dilakukan untuk menghindari faktor pencetus asma berhasil maka gangguan asma pada penderita bisa dikendalikan. Gangguan asma, dikatakan terkontrol sebagian bila skor Asthma Control Test penderita yang bersangkutan 0-24 dan terkontrol total bila skornya 25.</p>
<p>Kriteria klinis asma yang terkontrol, katanya, terlihat bila penderita bebas gejala asma, aktivitas sehari-harinya tidak terganggu asma, tidak lagi mengalami gangguan ketika tidur, tidak lagi menggunakan obat pelega lagi dan hasil pemeriksaan faal parunya normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Achmad Hudoyo menjelaskan, bentuk obat asma yang ada saat ini cukup beragam, mulai dari suntikan, infus, diminum, dihisap atau disemprotkan ke dalam saluran napas. Injeksi atau infus biasanya hanya dilakukan dokter kepada penderita asma yang dirawat di unit gawat darurat rumah sakit, &#8220;Untuk penggunaan sehari-hari di rumah dianjurkan obat yang disemprot atau dihisap,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Obat hisap atau &#8220;inhaler&#8221;, menurut dia, lebih dianjurkan karena obat hisap langsung terarah ke saluran nafas sehingga lebih cepat bekerja, dosisnya juga lebih sedikit yakni 1/10-1/20 dosis obat minum sehingga efek samping obat bisa dikurangi.</p>
<p>&#8220;Inhaler juga bekerja setempat, hanya ke saluran nafas, sehingga efek samping bisa ditekan, bahkan tidak ada efek samping sistemiknya,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara pemakaian obat golongan steroid, menurut dia, harus dilakukan dengan strategi khusus karena meskipun terbukti paling ampuh untuk asma tapi memiliki efek samping.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam hal ini, ia menjelaskan, pemakaian steroid jangka pendek masih dibenarkan tetapi penggunaan jangka panjang memerlukan cara khusus karena bisa berefek osteoporosis, muka seperti bulan (moonface), penekanan sumsum tulang, dan retensi cairan yang membuat tubuh mengandung banyak air.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, dr Nunung Rahayu dari Yayasan Penyantun Anak Asma Indonesia dan Lily Rosyana dari Yayasan Asma Indonesia mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah program untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kemungkinan terkena serangan asma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi mereka yang sudah terkena serangan asma, lanjut Nunung Rahayu, pihaknya juga menggiatkan kampanye senam asma di sekitar lingkungan RT/RW yang baik tidak saja bagi penderita asma, tetapi juga masyarakat setempat. &#8220;Meski namanya senam asma, yang ikut boleh siapa saja yang berminat. Karena efeknya juga ikut membantu memperbaiki sistem pernapasan menjadi lebih baik,&#8221; kata Nunung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, lanjut Nunung, pihaknya juga berupaya membantu penderita asma dari keluarga kurang mampu untuk mendapat pengobatan yang sesuai, termasuk bantuan pembelian obat antiinflamasi inhaler sebesar lima persen kepada penderita asma. &#8220;Memang jumlahnya hanya sedikit. Selebihnya mereka dibantu melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat,&#8221; kata Nunung seraya menambahkan bahwa bantuan tersebut merupakan voucher yang diberikan pada mereka yang menjadi anggota klub Yayasan Asma Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : dechacare.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/15/asma-bisa-dikendalikan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/14/10-manfaat-cokelat-bagi-kesehatan.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/14/10-manfaat-cokelat-bagi-kesehatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 02:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=1998</guid>
		<description><![CDATA[Jangan kebanyakan makan cokelat, nanti giginya rusak, ato jangan kebanyakan makan cokelat ntar endut. Itu merupakan kalimat-kalimat yang biasa kita dengar apabila kita terlalu banyak makan cokelat. Padahal ternyata cokelat mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh kita seperti: &#160; 1. Tinggi Antioksidan Cokelat mengandung flavanols, sejenis flavanoid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan membantu menangkal radikal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/coklat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1999" title="coklat" src="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/coklat.jpg" alt="" width="230" height="232" /></a>Jangan kebanyakan makan cokelat, nanti giginya rusak, ato jangan kebanyakan makan cokelat ntar endut. Itu merupakan kalimat-kalimat yang biasa kita dengar apabila kita terlalu banyak makan cokelat.</p>
<p>Padahal ternyata cokelat mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh kita seperti:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Tinggi Antioksidan</p>
<p>Cokelat mengandung flavanols, sejenis flavanoid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan membantu menangkal radikal bebas di dalam tubuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2. Menurunkan Tekanan Darah</p>
<p>Dark chocolate dari beberapa hasil penelitian mampu menurunkan tekanan darah pada orang yang mempunyai tekanan darah tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3. Menurunkan LDL Kolesterol</p>
<p>Makan coklat hitam secara teratur telah terbukti dapat menurunkan kolesterol LDL sebanyak 10 persen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4. Anti Depresi Alami</p>
<p>Cokelat mengandung serotonin, anti-depresan alami. Cokelat juga merangsang produksi endorphin, yang menciptakan perasaan bahagia dan senang. Bahkan, dari salah satu penelitian menemukan bahwa cokelat yang  meleleh di dalam mulut akan menghasilkan perasaan menyenangkan yang jauh lebih lama dari pada berciuman penuh gairah. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa banyak orang akan memakan cokelat ketika mereka sedang tertekan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>5. Pelawan Kanker</p>
<p>Beberapa penelitian telah menemukan cokelat menjadi salah satu makanan terbaik melawan kanker bersama dengan makanan seperti anggur merah, blueberry, bawang putih, dan teh. Dua cara bagaimana cokelat bekerja untuk melawan kanker, yang pertama adalah dengan menghambat pembelahan sel dan yang kedua adalah mengurangi peradangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>6. Mencegah Kerusakan Gigi</p>
<p>Penelitian telah menemukan bahwa theobromine dalam cokelat mampu mencegah kerusakan gigi dengan menghilangkan streptokokus mutans, bakteri yang ditemukan di rongga mulut yang memberikan kontribusi terhadap kerusakan gigi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>7. Memperpanjang Umur dan Mengurangi Penyakit</p>
<p>Hasil penelitian di Belanda yang diikuti 200 pria di atas 20 tahun, menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi sejumlah besar coklat, baik cokelat susu dan dark chocolate, hidup lebih lama dan telah menurunkan tingkat penyakit keseluruhan daripada pria yang makan cokelat sedikit atau tidak.</p>
<p>Untuk memperkuat hasil penelitian tersebut, ternyata Jeanne Louise Calment salah satu orang tertua, hidup sampai usia 122 mempunyai resep panjang umur bahwa dia mengkonsumsi dark chocolate sebesar 2,5 pon dalam seminggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>8. Tinggi Magnesium</p>
<p>Tanaman kakao mengandung lebih tinggi magnesium dibandingkan dengan tanaman lain. Magnesium adalah mineral penting yang membantu dalam proses regulasi sistem pencernaan, saraf, dan kardiovaskuler. Karena itu banyak orang yang mengalami kekurangan magnesium, menambahkan dark chocolate yang kaya akan magnesium untuk dapat meningkatkan kesehatan tubuhnya secara keseluruhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>9. Pembersih Arteri</p>
<p>Penelitian telah menunjukkan bahwa antioksidan yang dikandung dalam kakao mampu bekerja seperti sapu yang membersihkan plak di dinding arteri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>10. Kesehatan Otak</p>
<p>Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa coklat hitam baik untuk kesehatan otak. Para peneliti di Johns Hopkins University menemukan bahwa cokelat mampu melindungi sel saraf otak dari kerusakan yang lebih lanjut pada saat terjadi serangan stroke. Dark chocolate juga telah diketahui mampu untuk meningkatkan memori otak manusia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: gayahidupsehat.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/14/10-manfaat-cokelat-bagi-kesehatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat Itu Gaya Hidup Modern</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/10/sehat-itu-gaya-hidup-modern.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/10/sehat-itu-gaya-hidup-modern.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 01:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=1971</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/sehat-itu-gaya-hidup-modern_resize.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1972" title="sehat itu gaya hidup modern_resize" src="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/sehat-itu-gaya-hidup-modern_resize.jpg" alt="" width="390" height="600" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/10/sehat-itu-gaya-hidup-modern.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Pengapuran pada Sendi</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/09/waspadai-pengapuran-pada-sendi.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/09/waspadai-pengapuran-pada-sendi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 01:14:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=1966</guid>
		<description><![CDATA[Jika jari terasa pegal, paling enak memang menarik jari-jari hingga berbunyi gemeretuk. Begitupun ketika pinggang terasa pegal, langsung memutir tubuh hingga bunyi gemeretuk. Setelah itu, pegal rasanya hilang seketika. Tetapi benarkah demikian? &#160; Karena menurut dokter spesialis tulang (orthopedik) RS Siaga, dr Lukman Shebubakar, jari-jari atau sendi kaki yang suka mengeluarkan bunyi gemeretuk merupakan pertanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/cuka-apel.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1967" title="cuka apel" src="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/cuka-apel-150x300.jpg" alt="" width="150" height="300" /></a>Jika jari terasa pegal, paling enak memang menarik jari-jari hingga berbunyi gemeretuk. Begitupun ketika pinggang terasa pegal, langsung memutir tubuh hingga bunyi gemeretuk. Setelah itu, pegal rasanya hilang seketika. Tetapi benarkah demikian?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena menurut dokter spesialis tulang (orthopedik) RS Siaga, dr Lukman Shebubakar, jari-jari atau sendi kaki yang suka mengeluarkan bunyi gemeretuk merupakan pertanda bahwa seseorang menderita pengapuran pada sendi atau osteoarhritis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Berbeda dengan osteoporosis yang berarti pengapuran pada tulang, maka osteoarhritis adalah pengapuran pada sendi,&#8221; kata dr Lukman Shebubakar dalam sebuah seminar tentang osteoarhritis, di Jakarta, belum lama ini.</p>
<p>Dijelaskan, tubuh manusia terdiri atas 206 tulang dan 230 sendi. Osteoartritis adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan sendi dan tulang di dekatnya, yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pengapuran sendi pasti akan dirasakan setiap orang, terutama oleh orang yang sudah berusia lebih dari 40 tahun. Akan tetapi, hal itu dapat terjadi lebih dini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Osteoarhritis bisa dialami orang dewasa yang pernah mengalami kecelakaan, infeksi pada sendi, atau bisa juga pada bayi yang mengalami kelainan bawaan.</p>
<p>&#8220;Osteoarhritis bisa terjadi hampir pada semua sendi. Biasanya terjadi pada sendi yang biasa menahan beban berat dan juga pada sendi yang sering digunakan, misalnya lutut, pinggul, punggung atau tulang belakang, tangan, dan kaki,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Gejala yang ditimbulkan dari osteoarhritis datang secara bertahap. Biasanya diawali dari satu sendi, adanya nyeri sendi, kesulitan naik dan turun tangga, sulit berdiri setelah lama duduk atau jongkok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang-orang yang rentan dan berisiko tinggi terkena penyakit itu adalah orang yang pekerjaannya menimbulkan penekanan berulang pada sendi. &#8220;Penyakit yang timbul jika terjadi pengapuran pada sendi bisa sampai mengakibatkan berubahnya bentuk sendi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mengapa terjadi pengapuran?</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dr Lukman menjelaskan, sendi lutut merupakan sendi dengan beban kerja yang cukup berat. Saat berdiri tegak, sendi itu dalam posisi mengunci agar posisi tubuh stabil. Sedangkan saat berjalan, sendi ini berperan laiknya engsel, sehingga gerakan kaki menjadi fleksibel.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saat kita berlari, atau berolahraga, sendi harus dapat menahan beban putaran dan daya saat kaki menekuk, melompat atau saat berlari. Hal itu menunjukkan bahwa sendi lutut memegang peranan penting dalam setiap posisi atau gerakan tubuh,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dijelaskan, dalam sendi lutut, terdapat tiga komponen tulang. Ujung tulang paha (femur), tulang tungkai bawah (tibia) dan tulang lutut (patella). Pada bagian ujung dari tulang, terdapat komponen yang disebut dengan tulang rawan.</p>
<p>Tulang rawan berperan melapisi ujung tulang di persendian. Dengan adanya tulang rawan, ketiga tulang tersebut bertemu, namun tidak terjadi gesekan, dan gerakan sendi menjadi mulus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sesuai perjalanan usia, pada orang tua akan terjadi kerusakan pada tulang rawan (kartilago) sendi. Selain faktor usia, ada juga faktor lain yang dapat mempercepat proses kerusakan. Misalnya saja infeksi, trauma, aktivitas yang tinggi atau berat badan berlebih,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika terjadi kerusakan, maka tulang rawan menjadi tipis dan permukaannya tidak rata. Akibatnya terjadi gesekan diantara tulang, menimbulkan nyeri. Selain itu pengapuran sendi lutut, juga dapat disebabkan oleh bentuk sendi yang tidak normal.</p>
<p>Ia menyebutkan tindakan menekuk keluar (valgus), atau menekuk ke dalam (varus). Kondisi ini mengakibatkan beban tubuh tidak lagi berada pada tempat yang ideal, melainkan bergeser ke arah luar atau ke dalam. Bagian yang mengalami beban berat akan lebih cepat mengalami pengapuran dibanding bagian yang tidak mendapat beban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerusakan pada tulang rawan mengakibatkan gerakan tidak lagi mulus. Ujung-ujung tulang bertemu dan bergesekan satu sama lain. Kerusakan tulang rawan merangsang pertumbuhan tulang baru di dalam sendi, dikenal dengan osteofit. Dengan adanya osteofit, nyeri bertambah parah, dan tentu saja aktivitas terganggu.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa selama ini ada di kalangan kalangan awam yang salah mengartikan pengapuran dengan osteoporosis. Osteoporosis merupakan pengeroposan tulang, sedangkan osteartritis adalah kerusakan pada tulang rawan sendi (kartilago).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menentukan ada tidaknya pengapuran pada sendi, selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang. Misalnya saja melakukan foto rontgen. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kondisi sendi lutut dan memperkirakan derajat kerusakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika dicurigai adanya masalah pada jaringan lunak, semisal pada ligamen (urat) atau pada tendon di daerah sendi lutut, maka akan dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemeriksaan itu dapat menemukan adannya robekan, atau penyakit lain, pada jaringan lunak di daerah lutut semisal otot, tendon atau ligamen. Penyebab kerusakan beragam diantaranya trauma atau infeksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tentang pengobatan, dr Lukman menyebutkan ada beberapa lini terapi yang digunakan untuk mengatasi pengapuran pada sendi lutut. Tahap awal biasanya diberikan obat penghilang rasa nyeri. Obat Anti Inflamasi Non Steroid (AINS), seminal asam mefenamat,ibuprofen, piroksikam dapat digunakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Efek samping obat jenis ini, terjadi gangguan lambung. Selain itu minum, dapat diberikan anti nyeri yang dioleskan langsung ke kulit. Berbentuk jel atau spray disemprotkan langsung di daerah kulit sekitar lutut,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jenis AINS yang terbaru dikenal dengan COX-2 inhibitor. Efek samping obat ini terhadap saluran cerna lebih kecil disbanding dengan obat AINS biasa. Belakangan diketahui bahwa obat ini menimbulkan risiko jantung dan stroke. Sehingga penggunaanya pada penderita yang memiliki serangan jantung atau stroke perlu diwaspadai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika pengobatan kurang mendapatkan hasil, dianjurkan bagi penderita untuk melakukan fisioterapi. Latihan dapat dilakukan dengan bantuan ahli fisioterapi,untuk mendapatkan gerak yang normal pada lutut, dan menghilangkan nyeri. Latihan yang dapat meningkatkan kemampuan otot di sekitar lutut, sehingga lebih stabil dan posisi tubuh seimbang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terapi lain adalah dengan menyuntikan langsung obat ke sendi lutut untuk menghilangkan rasa nyeri. Efek terapi dapat bertahan hingga beberapa bulan. Dokter akan mempertimbangkan masak-masak sebelum melakukan tindakan ini, karena jika terlalu sering malah mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi.</p>
<p>Operasi yang dilakukan bisa melalui operasi arthroscopy, osteotomy, arthtoplasty, dan arthrodesis. &#8220;Selain operasi, terdapat cara penyembuhan lain yaitu dengan fisioterapi, atau program latihan lain. Selain itu dukungan psikososial sangat perlu, bahkan dengan cara yang sederhana, yaitu dengan cara mengonsumsi vitamin glukosomin, atau dengan olahraga yang tepat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ditambahkan, selain itu pentingnya seseorang mempertimbangkan kegiatan dengan kekuatan sendi yang sesuai dengan umur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Untuk orang yang mengalami obesitas atau kegemukan, maka makanan yang dikonsumsi harus dijaga karena orang yang obesitas cenderung terkena penyakit ini,&#8221; terangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : dechacare.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/09/waspadai-pengapuran-pada-sendi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makanan Untuk Kekebalan Tubuh</title>
		<link>http://tahesta.com/main/2012/02/07/makanan-untuk-kekebalan-tubuh.html</link>
		<comments>http://tahesta.com/main/2012/02/07/makanan-untuk-kekebalan-tubuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 01:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tahesta.com/main/?p=1935</guid>
		<description><![CDATA[Sistem imun atau kekebalan yang kuat akan menjaga tubuh lebih mudah melindungi dirinya dari bahaya infeksi bakteri dan virus, serta melawan berbagai ancaman kanker. Setiap makanan yang dapat memperkuat sistem imun atau kekebalan tubuh seringkali disebut sebagaipower food. Contoh power food adalah sebagai berikut: &#160; &#160; Yogurt Konsumsi yogurt diketahui mampu menurunkan kolesterol darah, sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/Yogurt.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1936" title="Yogurt" src="http://tahesta.com/main/wp-content/uploads/2012/02/Yogurt-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sistem imun atau kekebalan yang kuat akan menjaga tubuh lebih mudah melindungi dirinya dari bahaya infeksi bakteri dan virus, serta melawan berbagai ancaman kanker. Setiap makanan yang dapat memperkuat sistem imun atau kekebalan tubuh seringkali disebut sebagaipower food. Contoh power food adalah sebagai berikut:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Yogurt</strong></p>
<p>Konsumsi yogurt diketahui mampu menurunkan kolesterol darah, sehingga kesehatan pembuluh darah dan jantung bisa terjaga. Yogurt juga memberikan kondisi yang baik bagi mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga dapat menghindari atau mencegah terjadinya berbagai penyakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yogurt merupakan produk makanan yang kaya akan zat gizi. Komposisi zat gizinya menyerupai susu dan ada beberapa komponen (seperti vitamin B kompleks, kalsium, dan protein) yang kandungannya relatif lebih tinggi. Konsumsi yogurt secara teratur dan proporsional sangat berperan dalam menunjang kesehatan seseorang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut sebuah penelitian, konsumsi dua cangkir yogurt setiap hari selama empat bulan akan memberikan keuntungan bagi mereka yang mengonsumsinya. Riset telah menunjukkan bahwa yogurt dapat meningkatkan kekuatan tubuh untuk melawan sel kanker, terutama kanker paru-paru dan kanker kolon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bawang putih</strong></p>
<p>Bawang putih terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya kanker prostat pada pria. Pria yang mengonsumsi bawang-bawangan hingga 10 gram sehari diketahui risikonya untuk terkena kanker prostat adalah 50% lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi bawang dalam jumlah lebih sedikit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa penelitian dengan metode case control study (yaitu membandingkan pola makan pasien kanker dengan orang yang sehat) menunjukkan bahwa bawang-bawangan yang tergolong dalam keluarga Alliaceae dapat menurunkan risiko terjadinya kanker usus, esofagus, payudara, dan endometrium.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam riset yang pernah dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa bawang putih juga berkhasiat menurunkan kolesterol. Pemberian 7,2 gram ekstrak bawang putih setiap hari selama enam bulan pada 56 pria yang berkadar kolesterol tinggi berhasil menurunkan kolesterol mereka hingga 7%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, hasil pengujian pada pasien dengan riwayat penyakit jantung juga menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih dapat meningkatkan aktivitas fibrinolitik dan mengurangi kecenderungan pembentukan darah beku dalam pembuluh darah. Pengurangan darah beku tersebut dapat menurunkan risiko terjadinya sumbatan-sumbatan di arteri jantung sehingga mengurangi risiko terjadinya serangan jantung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jamur Shiitake</strong></p>
<p>Di Hongkong dan Singapura, jamur ini dikenal sebagai chinese black mushroom. Sedangkan di Indonesia dikenal dengan nama jamur kayu cokelat atau secara umum disebut dengan jamur shiitake.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jamur yang lezat ini sering ditemukan dalam masakan Cina, yang dimasak bersama sayuran eksotik lainnya. Menurut sejumlah penelitian, jamur tersebut mengandung substansi yang dinamakan lentinan, yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan gula dan kolesterol dalam darah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, hasil penelitian di Tokyo, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa ekstrak jamur shiitake memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan tumor antara 72-92%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jamur shiitake mengandung protein, niasin, thiamin, riboflavin, dan berbagai mineral, serta mengandung lentinan yaitu polisakarida yang larut dalam air, yang sejak lama diakui memiliki kemampuan sebagai antitumor dan antikanker.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Beta karoten dalam buah dan sayur</strong></p>
<p>Beta karoten umumnya terkandung dalam wortel, pepaya, sayuran yang berwarna kemerahan, dan minyak kelapa sawit. Zat tersebut terbukti dapat menekan pertumbuhan tumor dan meningkatkan respons imun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beta karoten tergolong aman bagi tubuh. Bila dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi kebutuhan tubuh, maka kelebihannya akan dibuang melalui urin, sedangkan kelebihan vitamin A akan terakumulasi dalam hati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Konsumsi beta karoten, baik berupa makanan maupun suplemen, akan memberikan efek positif untuk mencegah tumor maupun membunuh tumor yang telah ada dalam tubuh. Beta karoten mempunyai efek kemoterapi atau kemopreventif dengan meningkatkan respons imun tubuh, sebab imunitas yang baik mampu menghancurkan sel tumor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Makanan yang mengandung mineral seng</strong></p>
<p>Seng (Zn) adalah zat gizi esensial yang mungkin belum sepopuler zat gizi utama seperti karbohidrat, protein atau lemak. Meskipun termasuk dalam kelompok mikromineral (diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit), seng tidak bisa diremehkan peranannya karena tak kurang dari 200 metallo-enzim sangat tergantung padanya. Dengan kata lain, seng sangat berperan luas terutama dalam hubungannya dengan berbagai penyakit akibat lemahnya pertahanan tubuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan hasil berbagai riset, seng cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik maupun fungsi seksual. Defisiensi seng diketahui dapat mengurangi daya konsentrasi (mudah mengantuk), mengurangi daya penyembuhan luka, ketajaman organ pengecap, kulit kering dan kasar, anemia, berat badan turun, dan lain-lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : dechacare.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tahesta.com/main/2012/02/07/makanan-untuk-kekebalan-tubuh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

